Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Mengenal Katarsis, Sebuah Bentuk Pelepasan Emosi Untuk Kesehatan Mental

Home > Artikel Baru > Mengenal Katarsis, Sebuah Bentuk Pelepasan Emosi Untuk Kesehatan Mental

Mengenal Katarsis, Sebuah Bentuk Pelepasan Emosi Untuk Kesehatan Mental

Posted on 4 August 2022 by admin
0

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu menemui beberapa peristiwa yang memunculkan perasaan, entah perasaan yang positif atau negatif. Terkadang apabila peristiwa itu memunculkan perilaku yang negatif, kita akan enggan menyalurkan emosi itu dengan alasan moral atau aturan yang selama ini telah diajarkan. Seperti marah adalah tindakan yang buruk. Akan tetapi emosi ini perlu disalurkan agar tidak menumpuk dan menjadi permasalahan fisik dan mental. Penyaluran emosi ini disebut sebagai katarsis, dan artikel ini akan menjelaskan singkat mengenai katarsis.

Katarsis

Katarsis merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani yang bermakna pembersihan. Katarsis diartikan sebagai pembersihan diri terhadap hal-hal negatif. Dalam ranah psikologi, katarsis adalah pelpasan emosi negatif yang dipendam oleh seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti menemui situasi yang memicu perasaan negatif seperti marah, sedih, kekecewaan dan lain-lain. Jika tidak disalurkan dengan baik, kita akan memendam perasaan tersebut dan akhirnya menumpuk pada ketidaksadaran kita.

Jika emosi ini terus dipendam dan menumpuk, emosi tersebut akan berpotensi keluar dengan cara yang meledak-ledak, sehingga akan menimbulkan dampak negatif bagi kita dan orang lain. Terkadang, suatu masalah kecil dapat menjadi pemicu keluarnya emosi tersebut. Jika kita mengalami stress atau frustasi hal tersebut perlu diwaspadai, karena kemungkinan hal tersebut merupakan tanda bahwa kamu perlu melakukan katarsis.

Emosi yang terus menerus dipendam akan menimbulkan ketidaknyamanan serta memberikan dampak yang buruk bagi fisik dan mental. Jika menelaah dari teori psikoanalisis emosi ini dipendam karena dalam penyalurannya terdapat batasan-batasan moral yang sudah kita percaya. Misalnya kemarahan, marah merupakan perilaku buruk yang dalam masyarakat kita menganggap hal tersebut tidak boleh dilakukan, tetapi walau bagaimanapun emosi adalah sesuatu yang alami, maka emosi harus kita salurkan. Karena batasan-batasan moral itulah emosi marah yang seharusnya kita salurkan menjadi kita pendam.

Manfaat Katarsis

Dengan melakukan katarsis kamu akan mendapatkan beberapa manfaat sebagai berikut:
Memahami diri sendiri

Katarsis akan menjadikan seseorang mampu memahami dirinya secara emosional. Seseorang yang mampu dan terbiasa melakukan katarsis dapat mengenali alarm pertanda emosi telah menumpuk, sehingga ia akan tahu saat-saat dimana emosi tersebut perlu disalurkan.

Menstabilkan Emosi

Dengan emosi yang tersalurkan dengan baik, seseorang akan terhindar dari permasalahan emosional, karena seseorang mampu meregulasi emosinya pada saat saat dimana emosi tersebut muncul dan perlu untuk disalurkan. Sehingga emosi akan cenderung stabil dan tidak meledak-ledak.

Mengurangi Resiko Hipertensi dan Penyakit Jantung

Tahukah kamu bahwa penyakit yang dialami oleh seseorang sebagian besar disebabkan oleh permasalahan psikologis. Misalnya kemarahan, memendam kemarahan akan membuat denyut jantung meningkat, jika kondisi ini terjadi terus menerus, maka akan ikut andil dalam memberikan faktor penyebab hipertensi.

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds