Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

“Speech Delay”: Cara-cara Sederhana Saya agar Anak Mahir Bicara, Sudahkah Dipraktikkan?

Home > Artikel Baru > “Speech Delay”: Cara-cara Sederhana Saya agar Anak Mahir Bicara, Sudahkah Dipraktikkan?

“Speech Delay”: Cara-cara Sederhana Saya agar Anak Mahir Bicara, Sudahkah Dipraktikkan?

Posted on 27 July 2022 by admin
0

Sebagai onty-onty yang menyukai anak kecil, saya selalu merasa berdekatan dan berkomunikasi dengan mereka adalah sesuatu yang menarik, khususnya anak-anak di bawah usia tiga tahun, dimana kecakapan mereka dalam berbicara demi mengkomunikasikan apa yang mereka pikirkan dan atau yang mereka rasakan memiliki keterbatasan untuk dipahami oleh orang dewasa.

Jika merujuk pada klasifikasi hak-hak anak yang diuraikan oleh Psikolog Samantha, boleh jadi pada tahapan ini saya katakan seorang anak sedang berusaha mendapatkan haknya untuk belajar, meski mungkin pada uraian saya pada tulisan ini nantinya akan masuk pula poin hak-hak yang lain dari yang beliau katakan tadi.

Sudah seperti menjadi tugas “wajib” orangtua di seluruh dunia mengajarkan anaknya berkomunikasi bahkan sejak si anak masih bayi—sekalipun kita tahu bahwasanya si anak hanya merespon dengan tatapan sekadarnya (baca: dengan kata lain tanpa mampu merespon dengan baik seperti seharusnya sebuah percakapan), kita terkadang tak henti-hentinya mengajak mereka bicara—alih-alih kita melakukan itu karena kita menganggap mereka lucu dan menggemaskan.

Namun, ada kalanya rutinitas sehari-hari atau deadline pekerjaan yang membuat kedekatan (intensitas) orangtua seperti kita dalam memperhatikan tumbuh kembang anak berkurang—atau malah menganggap mereka sudah tumbuh normal sebagai mana mestinya?—dalam hal berbicara.

Tak heran pada akhirnya ilmu parenting itu penting.
Karena kecakapan kita sebagai orangtua dalam mengasuh seorang anak tidak hanya berbicara soal perjalanan waktu atau biaya (baca: yang akan atau yang sudah dikeluarkan) yang sengaja kita sisihkan demi mereka;.

Mengasuh anak tak cukup perkara kesiapan dari segi seksual, mental, dan finansial sebelum kita menikah, tetapi juga tentang keterlibatan emosi kita yang harus secara sadar bahwa apa yang kita berikan pada merekalah yang menjadikan siapa diri mereka pada hari ini dan diri mereka di masa-masa yang akan datang.

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds