Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Open Minded: Toleransi atau Hate Speech yang Tersembunyi?

Home > Artikel Baru > Open Minded: Toleransi atau Hate Speech yang Tersembunyi?

Open Minded: Toleransi atau Hate Speech yang Tersembunyi?

Posted on 6 July 2022 by admin
0

Kata atau istilah open minded saat ini menjadi trend di kalangan Millenials dan Gen-z yang ada di sosial media. Istilah ini dikenal sebagai sikap terbuka, memahami, dan menoleransi sudut pandang, pendapat, dan perilaku orang lain tanpa menjudge serta tanpa memaksa pendapat kita sendiri.

Pada kajian kognisi sosial psikologi, istilah ini dikenal dengan kognisi berpikiran terbuka yaitu gaya kognitif dari bagaimana individu memproses informasi.

Studi tentang kognisi ‘open minded’ mencerminkan perhatian inti dalam psikologi sosial. Penelitian disonansi kognitif mendokumentasikan adanya perhatian selektif dan bias penghindaran selektif yang memungkinkan individu untuk mempertahankan sikap mereka sebelumnya (Cooper, 2007).

Penelitian ini mengkonseptualisasikan kognisi berpikiran terbuka sebagai gaya kognitif yang mempengaruhi bagaimana individu memilih dan memproses informasi.

Gaya kognitif berpikiran terbuka ditandai dengan kesediaan untuk mempertimbangkan berbagai perspektif intelektual, nilai, pendapat, atau keyakinan—bahkan yang bertentangan dengan pendapat individu. Tingkat keterbukaan kognitif individu diharapkan bervariasi di seluruh domain (seperti politik dan agama).

Sayangnya, pemahaman mengenai open minded pada masyarakat Indonesia masih kurang bahkan masih banyak yang belum mengerti makna dari istilah ini sehingga banyak terjadi kesalahan interpretasi, bahkan makna istilah menjadi berubah.

Open minded diartikan menjadi membenarkan segala sesuatu terlepas apakah hal tersebut benar atau salah. Arti open minded menjadi paradoks. Ketika ada pihak yang tidak menyetujui sebuah pendapat, maka pihak tersebut akan dicap salah, intoleran, dan tidak humanis.

Orang dengan pemahaman paradoks ini cenderung berkiblat pada arus liberalisme dan akan mencela orang-orang yang menentang liberalisme atau orang dengan budaya ketimuran dianggap konservatif, kolot, dan lain-lain.

Contohnya pada topik mengenai cara berpakaian wanita. Di Indonesia sendiri, Indonesia memiliki kearifan budaya yang beragam serta aliran kepercayaan variatif. Kedua aspek ini secara berdampingan mengatur tingkah laku dan adat masyarakat.

Mayoritas masyarakat Indonesia memakai pakaian yang sopan dan tertutup. Namun, karena adanya paradoks open minded yang sangat membela freedom of choice akan mendewakan orang-orang dengan prinsip berpakaian terbuka, meminta masyarakat untuk menghargai atau toleransi terhadap pilihan mereka.

Namun, feedback yang mereka lakukan justru mengolok-olok orang yang berpakaian tertutup bahkan mengatakan bahwa model berpakaian tertutup termasuk kolot, berbahaya, tidak ‘kekinian’, dan banyak lagi.

 

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds