Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Memiliki Perasaan Kesepian, Apakah Hal yang Wajar?

Home > Artikel Baru > Memiliki Perasaan Kesepian, Apakah Hal yang Wajar?

Memiliki Perasaan Kesepian, Apakah Hal yang Wajar?

Posted on 24 June 202227 June 2022 by admin
0

Pernahkah anda merasa seperti hampa dan cemas walau berada ditempat yang ramai bersama orang-orang yang ada kenal seperti teman, sahabat bahkan keluarga anda sendiri ?, bisa jadi hal tersebut merupakan tanda/gejala dari perasaan kesepian. Kesepian dalam artian luas merupakan suatu keadaan mental dan emosional yang ditandai dengan perasaan kehampaan, merasa cemas, tidak memiliki teman, terisolasi dan tidak adanya seseorang yang memahami akibat dari ketidaksesuaian hubungan sosial yang diharapkan dengan kenyataan kehidupan interpersonal yang menyebabkan terhambatnya atau berkurangnya hubungan sosial yang dimiliki seseorang.

Menurut Hasan Askari dalam kanal Youtube-nya, Perasaan kesepian ini sudah ada sejak 50.000 tahun yang lalu saat spesies Homo Sapiens masih menjadi “Hunter Gatherer” dimana orang-orang pada zaman itu masih hidup berkelompok dan sangat bergantung satu sama lain dikarenakan kondisi cuaca yang ekstrim,hewan buas dan sebagainya. Hukuman yang paling berat terhadap suatu individu di kelompok tersebut yang gagal atau berkhianat pada kelompoknya sendiri yaitu Ostracism atau pengasingan dan ditinggal hidup sendiri oleh kawanannya, yang dimana pada zaman itu tidak memiliki kawanan/kelompok sama dengan hukuman mati. Rasa takut dengan dikucilkan serta rasa kesepian ini diturunkan secara genetik turun menurun sampai pada era sekarang.

Ketika ada individu merasa bahwa dirinya terisolir dari kehidupan sosialnya yang mungkin dikarenakan trauma pada masa lalunya, maka secara otomatis otak kita akan merespon bahwa ada bahaya yang mengancam hidup kita dengan melepaskan hormon yang menyebabkan stress dan rasa cemas berlebihan sebagai perlindungan diri. Hal ini bisa diperparah lagi dengan adanya Self-Fulfilling Prophecy, yaitu dimana individu tersebut memproyeksikan dirinya akan selalu mendapatkan penolakan dan kegagalan dalam kehidupan bersosial .

Saat individu tersebut berinteraksi kepada orang lain mereka cenderung tidak antusias dan takut akan penolakan yang sudah diproyeksikan sebelumnya padahal hal tersebut belum terjadi sehingga lawan bicara menganggap bahwa individu tersebut tidak tertarik berinteraksi dengan dia. Hal inilah yang membuat Self-Fulfilling Prophecy yang tidak baik terjadi pada mereka sendiri dan semakin memperparah keadaan dengan menyalahkan semua orang yang sudah serta akan ditemui tidak suka berinteraksi kepadanya.

Kembali ke judul, apakah rasa kesepian merupakan hal yang wajar ?, hampir seluruh orang yang ada didunia ini pasti pernah merasakan hal ini dalam suatu titik dalam hidupnya ataupun dalam kesehariannya sehingga membuat rasa kesepian merupakan hal yang sangat wajar terjadi. Menurut saya pribadi, kesepian bukanlah hal yang perlu kita benci atau  dilawan, akan tetapi kita harus bisa berdamai dengan berbagai trauma masa lalu yang membuat rasa kesepian ini muncul serta mengidentifikasi letak permasalahan di diri kita sendiri bukan hanya menyalahkan keadaan apalagi orang lain.

Seperti halnya luka atau penyakit yang biasa dialami pada tubuh kita. Perasaan seperti cemas, kesepian, bahkan depresi sekalipun dapat disembuhkan asalkan diobati dengan cara yang tepat. Beberapa cara yang bisa lakukan adalah membuka diri terhadap orang lain secara bertahap, berdamai dengan semua trauma masa lalu yang telah terjadi, menghubungi orang yang dapat kita percaya seperti keluarga atau teman dekat dikarenakan hal yang paling penting kita butuhkan untuk menyembuhkan ‘penyakit’ ini adalah interaksi sosial secara langsung.

Pesan dari penulis untuk mengakhiri artikel singkat ini, tetaplah tegar dan berusaha untuk mengobati dan berdamai secara perlahan terhadap perasaan negatif yang selalu muncul dalam diri kita, dikarenakan jika terus berlarut-larut akan membuat hal tersebut menguasai diri kita sehingga memperparah keadaan yang sudah ada. Percayalah bahwa keberadaanmu adalah suatu anugerah yang terbaik bagi lingkunganmu, kawanmu, serta keluargamu.

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds