Mengatasi rasa bosan dan malas makan, kuncinya ada pada kata rutinitas tadi. Bagaimana sesuatu yang kerap kita lakukan berulang bahkan terpola, bisa kita modifikasi variabel-variabelnya.
Jika biasanya kita selalu makan di lokasi yang sama, memesan menu yang sama, naik kendaraan yang sama, di jam-jam yang kurang lebih sama, terpola dan begitu-begitu terus coraknya. Maka kita bisa mulai dari mengubah salah satu, atau bahkan seluruh variabel pembentuk algoritmanya.
Tak usah membayangkannya terlalu rumit, sebab kita bisa mulai dari mengubah pola yang sudah ada. Dari mulai menentukan tempat makan yang baru, memesan menu yang baru, menaiki kendaraan yang tak biasa kita gunakan, atau lain sebagainya.
Satu saja variabelnya bisa kita ubah, maka ujung algoritma kita juga akan menghasilkan bentuknya yang baru. Bayangkan jika lebih dari satu, tentu akan banyak kebaruan yang bermuara di algoritma makan kita.
Sesuatu yang baru, selalu berhasil menjadi humus bagi antusiasme. Dan sekecil apapun antusiasme, adalah lawan tangguh bagi sebesar apapun kebosanan. Maka mari mulai mengenali pola kebiasaan kita, kemudian ubah! Sesederhana itu.
Kita pun juga bisa menerapkan cara yang sama, untuk mengatasi kebosanan di ranah lain. Semisal dalam hal pekerjaan, berinteraksi terhadap orang lain, bahkan pada hal yang teramat kita sukai sekalipun. Jangan salah, hobi kadang juga ngebosenin loh!

