Banyak orang yang ingin sukses dan berhasil. Ketika seseorang sukses mari kita berbangga dan menjadikannya sebagai contoh agar memotivasi kita untuk lebih meningkatkan semangat berjuang dan menghargai prestasinya. Namun, dibalik kesuksesan yang kita raih, pasti banyak godaan atau tantangan, salah satunya adalah orang yang membenci kita. Sikap tersebut adalah langkah awal yang buruk untuk kondisi mental. Kondisi inilah yang menjadi bibit sindrom psikologis. Istilah di zaman sekarang dikenal dengan mental kepiting atau Crab Mentality.
Crab Mentality adalah gambaran yang berbicara tentang keegoisan dan kecemburuan ketika melihat orang lain berhasil. Kita bisa melihat hubungan antara perilaku egois ini dengan kepiting saat di dalam ember. Misalnya, kita memasukkan satu kepiting ke dalam ember dan menaruh kepiting di sana. Kepiting itu pasti kesepian dan ingin keluar dari ember. Dia akan meraih bagian ember dan mencoba keluar dengan capitnya. Akibatnya, kepiting itu keluar dari ember dan bebas dari sana.
Namun, jika memasukkan lebih dari dua atau tiga kepiting ke dalam ember, keberhasilan kepiting untuk keluar dari ember akan terhenti. Saat mereka berjuang untuk keluar dari ember, mereka akan menarik satu sama lain, sehingga kepiting di ember sulit untuk keluar. Dari penjelasan tersebut kita dapat melihat bahwa istilah mental kepiting atau Crab Mentality, yaitu sikap orang yang egois yang tidak menginginkan siapapun untuk berhasil. Bahkan dia selalu menghalalkan segala cara untuk melampauinya.

