assalammulaikum wr.wb
nama saya SAIFULLOH, saya berasal dari salah satu pulau terluar di indonesia yaitu NATUNA. saya terlahir dari 5 bersaudara dan saya anak ke 2 dari 5 bersaudara tersebut. terlahir dari keluarga yang jauh dari kata cukup membuat saya tidak patah semangat untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi agar bisa membahagiakan orang tua dan orang-orang yang pernah membuat saya bahagia.
beberapa bulan yang lalu saya memberanikan diri untuk berangkat ke kota SURABAYA, untuk melanjutkan pendidikan saya yang dua tahun belakangan telah tertunda, saya di antar beberapa teman, kerabat bahkan keluarga, salam perpisahan dan tangisan pun terjadi di pelabuhan waktu itu, ketika kapal yang akan mengantarkan saya ke SURABAYA bertolak dari pelabuhan di kampung halaman saya.
saya pun begitu, kesendirian di kapal itu membuat air mata sedikit mengalir, sebab kesekian kalinya saya berpisah untuk menempuh pendidikan namun pulang tanpa hasil apa-apa, namun kali ini berbeda, rasa untuk belajar itu kembali tumbuh serasa batrai yang habis di cas lagi. setelah empat hari di kapal tibalah saya di pelabuhan TANJUK PERAK SURABAYA, keesokan harinya saya pun langsung mendaftar di beberapa kampus yang ada di surabaya demi menuntasakan tujuan saya untuk kuliah
dan pada akhirnya ketika kegagalan dalam pendidikan yang sangat lika liku di kehidupan saya, beberapa kali gagal untuk mengikuti bahkan lulus dalam perguruan tinggi, hingga datang sebuah kesempatan terakhir bagi saya, lulus beasiswa di UNUSA SURABAYA, sebuah kebanggaan bagi saya bisa lulus di salah satu kampus terbaik di surabaya.
suka duka menempuh pendidikan di luar dari kampung halaman itu sangat tidak baik baik saja, jauh dari kata sejahtra, jauh dari orang tua, beradaftasi dengan lingkunga yang baru, dan masihn banyak lagi. bagi saya ini baru permulan, masih begitu banyak yang akan menjadi hambatan di masa yang akan datang, namun demi masa depan yang lebih baik, maka perjuangan saya tidak akan pernah berakhir.
karna begitu banyak yang di korbankan, mulai dari waktu, meteri, keringat, bahkan air mata, keseringan gagal membuat saya tidak pernah patah semangat untuk terus dan terus belajar, karna bagi saya kegagalan menjadi tumpuan untuk melompat lebih tinggi, sebab kini saya telah jauh keluarga dan hidup sendiri di kota orang, tidak ada alasan bagi saya untuk menyerah. berat,, iya jangan di tanya, bahkan dilan pun saya rasa tidak akan kuat menjadi saya yang sekarang. hehe
terimakasih kepada ALLAH SWT, atas kesempatan yang telah di berikan, sehinga saya masih di berikan kesempatan kesekian kalinya,
kepada orang tua yang telah mensuport saya hingga titik ini, tidak begitu banyak kata yang bisa saya persembahkan selain kata terimakasih, sebab masih begitu panjang perjalanan yang akan saya jalani kedepan, berharap doa terbaik yang engkau hantarkan dan saya hantarkan bisa menjadi penyemangat bagi saya untuk melewati segala rintangan dalam perantauan.

