Seseorang yang berjiwa positif akan bertumbuh dengan “Keyakinan,” tetapi orang yang berjiwa “Non Positif,” meskipun dia bertumbuh tetapi tumbuhnya tanpa pijakan yang kuat atau kokoh karena tidak ada keyakinan di dirinya.
Ciri-ciri orang yang bertumbuh dengan jiwa positif adalah :
1. Meninggalkan tetek bengek yang gak perlu.
2. Tidak peduli kendala yang kecil karena focusnya hanya pada hal-hal besar.
3. Terbiasa dengan mudah mengendalikan emosi.
4. Langsung bisa otomatis menyesuaikan diri dengan kondisi baru apapun di sekitarnya.
5. Tidak akan “Diam.”
6. Menjadikan “Hambatan” sebagai sebuah “Peluang.”
7. Dan hal lain yang dipandang orang umum sebagai masalah, tetapi bagi seorang yang berjiwa positif “No Problem.”
Bagaimana menerapkan “HABIT” (kebiasaan) yang menjadi makanan atau asupan seorang yang bertumbuh dengan jiwa positif? Mari kita lihat contoh kasus di bawah ini :
Suatu ketika, seorang teman saya curhat dan minta saran pendapat tentang hubungannya dengan pasangan hidup, dimana pasangannya tersebut adalah seorang yang “over protective” terhadap kondisi hubungan mereka. Apa saja yang diutarakan oleh teman saya itu, di mata pasangannya selalu salah dan kurang pas baginya.
Akhirnya teman saya itu berkata, dia tidak ingin lagi bicara apapun kepada pasangannya, kecuali mengiyakan (menganggukkan kepala) apalagi jika itu hal-hal yang berkaitan langsung dengan keharmonisan hubungan mereka.
Mula-mula keadaan tersebut berjalan aman karena pasangannya merasa selalu mendapat dukungan dan menganggap anggukan kepala adalah persetujuan.
Namun………………….ternyata itu tidak berlangsung lama. Teman saya akhirnya mulai merasakan bahwa dirinya tidak “berarti” sebagai pasangan karena semua hal harus dia terima walaupun dalam hatinya bertentangan.
Disitulah mulai ada rasa tertekan karena teman saya tidak bisa mengungkapkan (menyampaikan) ganjalan yang dirasakannya kepada pasangan. Tentu saja jika keadaan seperti itu dibiarkan berlarut akan membuat hubungan yang tidak harmonis bahkan dikhawatirkan membuat putusnya hubungan.
Setelah saya mendengar curhatnya, saya sampaikan kepada teman saya itu untuk menerapkan trik-trik yang berkaitan dengan ciri-ciri orang bertumbuh dengan jiwa positif, yakni poin 5 (lima), “Tidak akan Diam.”
Jadi jika pasangan kita minta persetujuan tentang apapun itu, meskipun kita belum merasa sreg usahakan menggangguk sambil tetap berkata dalam hati, “Yaa Allah, aku sadar hati pasanganku berada dalam genggaman-MU, maka kuserahkan keputusan pada-MU yang berkaitan dengan ……………………………(sebutkan permasalahan yang mengganjal dihati). Pilihkan yang terbaik menurut-MU yaa Robb dan kuatkan aku menerimanya dengan ikhlas, Aamiin.”
Saya sampaikan kepada teman saya itu, bahwa kita “Tidak akan Diam” secara tersirat berarti kita justru harus “Bicara,” tetapi kita tidak bicara kepada dia (pasangan). Namun kita harus bicara kepada “DIA” yang Maha Kuasa di atas segala kuasa. Secara fisik kita terlihat diam, hanya anggukan kepala yang tampak.
Tidak usah memaksakan bicara kepada dia, jika hanya menimbulkan rasa yang tidak nyaman karena respon yang selalu salah. Namun bicaralah dengan DIA yang pasti akan memberi solusi dengan respon yang tidak kita sangka-sangka. So……………..”Tidak Akan Diam” disini adalah “Terus Bicara” kepada DIA yang Maha Pemberi Solusi bagi masalah apapun dalam hidup kita termasuk pasangan

