Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi mengumumkan penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang dapat dijalankan pada hari Senin, 6 September 2021. PTM disambut antusias oleh peserta didik SD-IT Paripurna Islamic School Cimahi. Maka, untuk mendapatkan izin menggelar PTM terbatas, sekolah harus memenuhi syarat yang sudah ditentukan. Pelaksanaan PTM di SD-IT Paripurna Islamic School Cimahi tetap mengedepankan prinsip kesehatan dan keselamatan seluruh peserta didik, tenaga pendidik dan keluarganya. SD-IT Paripurna Islamic School Cimahi sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan berjalan lancar pada hari Selasa, 7 September 2021.
Demi berjalannya PTM di SD-IT Paripurna Islamic School Cimahi, sejumlah fasilitas protokol kesehatan seperti alat pengukur suhu badan (thermogun), tempat cuci tangan (air bersih mengalir, sabun atau hand sanitizer). Sekolah juga menyediakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, face shield serta menyediakan disinfektan dan alat semprot. Tidak ketinggalan di SD-IT Paripurna Islamic School Cimahi juga menyediakan spanduk dan poster mengenai protokol kesehatan yang dipampang di sekolah, dan menyediakan ruang evakuasi (khusus) jika terjadi kasus yang di duga gejala terinfeksi Covid-19.
Sebelum peserta didik masuk kedalam kelas, di cek suhu badan, apabila suhu tubuh normal maka dipebolehkan masuk kedalam kelas akan tetapi mencuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun di air yang mengalir barulah bisa masuk kedalam kelas. Jika kegiatan yang berpotensi timbulnya kerumuman seperti adanya kantin, maka tidak diperbolehkan terjadi di sekolah.
Dengan demikian, murid-murid disarankan membawa makanan dan minumannya masing-masing dengan menu gizi seimbang. Sebelumnya orangtua murid sudah menulis surat pernyataan tentang mengizinkan mengikuti pembelajaran tatap muka disekolah sehingga para murid sudah mendapat izin mengikuti TPM.
Sebelum pembelajaran dimulai, dilakukan do’a bersama-sama terlebih dahulu yang dipimpin oleh 1 (satu) orang murid. Setelah itu kegiatan belajar pun dimulai. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berlangsung, terlihat murid kelas 1 (satu) SD ini bersemangat. Guru yang mengajar pun ikut antusias melihat murid-muridnya yang ceria dan bersemangat itu. Mahasiswa KKN mendampingi Guru serta Murid SD kelas 1 (satu) bersama-sama.
Materi yang disampaikan tentang “Allah Swt itu Esa”. Disini, murid menyebutkan anggota-anggota tubuh. Mulai dari mata, hidung, mulut, tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya. Guru menjelaskan bahwa anggota semua tubuh yang dimiliki oleh diri kita masing-masing adalah ciptaan Allah Swt. Murid-murid diajak untuk bersyukur kepada Allah Swt karena diberi anggota tubuh yang lengkap. Setelah itu, murid menceritakan tentang keluarga dan teman-temannya di rumah. Dari pelajaran ini bisa ditarik kesimpulan bahwa murid kelas 1 (satu) harus bersyukur kepada Allah Swt karena telah diberi anggota tubuh, mempunyai keluarga, lalu murid-murid pun senang belajar bersama guru dan senang mempunyai banyak teman.
Sesudah diberi materi, selanjutnya murid SD kelas 1 (satu) berlatih menjawab 5 (lima) pertanyaan yang terdapat dalam buku paket PAI masing-masing. Mahasiswa KKN ini ikut membantu mengajar pada murid yang masih belum terampil dalam membaca serta menulis. Didampingi langsung oleh Mahasiswa KKN untuk menuntun murid-murid tersebut dalam membaca pertanyaan-pertanyaan dan menuntun menuliskan jawaban di buku paket tersebut. Pelan tapi pasti, murid ini berhasil menyelesaikan 5 (lima) pertanyaan, dan langsung dikumpulkan ke guru. Pembelajaran pun telah usai, tak lupa sebelum pulang ke rumah membaca 1 (satu) surat Al-Qur’an agar hafalannya tidak terlupakan.

