Banyak masyarakat merasa memiliki gangguan psikologis akibat pandemi Covid-19 di seluruh penjuru Bumi, termasuk Indonesia. Dalam menghadapi pandemi ini, pemerintah Indonesia telah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan anjuran beraktivitas yang diperbanyak di rumah. Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RS Pondok Indah Bintaro, dr Leonardi Goenawan SpKJ mengatakan, setidaknya ada tiga tahapan psikologis yang bisa dialami oleh setiap individu selama pandemi Covid-19 ini. Antara lain adalah tahap disrupsi (perubahan berbagai pola hidup), tahap kebingungan dan ketidakpastian, hingga akhirnya sampai pada tahap penerimaan atau menerima tanpa syarat terhadap kondisi yang ada berkaitan dengan pandemi ini.
Namun, tidak semua orang memiliki ketangguhan yang sama untuk mencapai tahap penerimaan. Seseorang yang biasanya mudah tertekan, akan merasakan dampak pandemi ini lebih berat.
Langkah mengatasi Oleh sebab itu, Leo memberikan beberapa langkah atau cara yang bisa Anda terapkan dalam menghadapi pandemi ini dengan baik hingga benar-benar berakhir.
1. Beristirahatlah
Leo mengingat bahwa terhadap diri Anda sendiri setidaknya perlu memberikan waktu beristirahat dari menonton, membaca, mendengarkan berita, termasuk media sosial. “Mendengarkan informasi pandemi (tentang Covid-19) berulang kali bisa membuat hanyut dalam kekhawatiran yang berlebihan,” ujar dia.
2. Pelihara kesehatan tubuh
Memelihara kesehatan tubuh, mungkin sudah diucapkan dan diingatkan oleh para ahli dan tenaga medis. Leo menyarankan Anda bisa memelihara kesehatan tubuh secara baik dengan berolahraga ringan secara teratur. Seperti latihan pernapasan, stretching, yoga atau meditasi. “Makan makanan yang sehat dan berimbang, dan berolahraga secara teratur juga tidur dengan waktu yang cukup,” kata dia. Selain itu, Anda juga perlu menghindari konsumsi alkohol, rokok dan obat-obatan yang tidak perlu.
3. Ambil waktu bersantai
Ternyata, memberikan waktu kepada diri Anda untuk bersantai juga baik dijalani selama masa pandemi ini. Lakukanlah beberapa aktivitas lain yang Anda sukai. Berbagai penelitian memperlihatkan hubungan resiprokal atau terbalik antara stres dan aktivitas fisik. “Semakin rutin Anda beraktivitas fisik maka semakin rendah tingkat stres yang Anda miliki,” tuturnya. Selain itu, aktivitas fisik dan olahraga terbukti penting dalam manajemen stres yang efektif karena dapat menurunkan kadar hormon-hormon stres seperti adrenalin dan kortisol dalam tubuh. Pada saat yang sama aktivitas fisik menstimulasi produksi endorfin, yaitu bahan kimia yang diproduksi oleh otak dan berfungsi sebagai pereda rasa sakit. Untuk diketahui, endorfin juga dapat menghasilkan perasaan relaks dan optimisme ketika Anda berolahraga rutin.
4. Berkomunikasi dengan orang lain
Kendati saat ini mungkin sebagian besar masih tinggal di tanah rantau dan sendirian di kamar kosan. Leo mengingatkan Anda untuk senantiasa terhubung atau berkomunikasi dengan orang lain. Berbicaralah dengan orang yang Anda percayai tentang perasaan dan kekhawatiran Anda saat ini. “Dengan berbicara pada orang lain, akan meringankan separuh dari beban Anda,” ucap dia.
5. Pahami dengan arif Covid-19
Dikarenakan kondisi saat ini adalah menghadapi musuh yang tidak terlihat secara kasat mata, dan tidak diketahui secara pasti kapan akan berakhir. Serta, diiringi dengan ragamnya informasi tentang Covid-19 ini dan banyak pula yang hoaks. Maka, menurut Leo, memahami fakta yang akurat dan benar tentang Covid-19 akan membuat Anda terhindar dari stres berlebihan.

