Program Magister UMA dan Ikatan Konselor Indonesia (IKI) Adakan Seminar Neurofeedback

InfoMPSIUMA – Program Magister Universitas Medan Area (UMA) dan Ikatan Konselor Indonesia (IKI) menggelar seminar dan workshop neurofeedback, Sabtu 14 September 2019. Kegiatan yang bertema “Enhancing Brain Function In Industrial Revolusioner 4.0 itu dielar di Aula Raja Inal, Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Kota Medan.

Seminar dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Provinsi Sumatera Utara Dr. Kaiman Turnip, M.Si. Dalam Kegiatan itu para pemateri berasal dari Indonesia dan Malaysia seperti Prof. Dr. Ir. Retna Astuti K., MS, Prof. Dr. Sri Milfayetty, MS.Kons, Istiarsyah, S.Pd.I, M.Ed, Ph.D serta Ms. Shiw Shin Yeen yang berasal dari Malaysia.

Tak heran, ratusan guru dari Kota Medan pun ramai mengikuti kegiatan tersebut. Tak juga dari Medan, beberapa hadir juga berasal dari Aceh.

Dalam sambutanya, mewakili Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Dr. Kaiman Turnip, M.Si mengatakan harapannya terhadap seminar dan workshop Neurifeedback.

“Trend revolusi industri sudah merambah tanpa batas. Bahkan sampai desa-desa terpencil. Kalau dulu TV pun tak bisa hidup. Sekarang di hutan belantara pun orang bisa sebar informasi. Jadi kita berharap tolong didalami apa sebenarnya makna neurofeedback dan kaitannya dengan industri revolusi 4.0,” katanya.

Sementara itu, pemateri Sri Milfayetty mengatakan, tujuan seminar dan workshop Neurofeedback tersebut adalah untuk pengembangan sumber daya manusia dan juga membahas konsep dan penelitian tentang peningkatan fungsi otak, assesment dengan terapi serta terapi Neurofeedback itu sendiri.

“Kegiatan ini akan memberikan manfaat secara langsung pada pengelola pusat kajian Prodi Magister Psikologi Universitas Medan Area dalam menerapkan penelitian payung pada roadmap penelitian kesehatan mental tahun 2019-2023,” katanya.

Bagi peneliti dan peserta, lanjut Milfayetty, kegiatan ini juga bermanfaat sebagai sosialisasi dan publikasi dalam menjalin kerjasama dengan peneliti antar bangsa serta sekolah dan lembaga terapi. “Bagi peserta merasakan manfaat langsung pengalaman workshop yang dipadukan dengan bermain,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *