Dr. Rizal Ramli Memberikan Kuliah Umum Di Program Pascasarjana Universitas Medan Area

InfoMPSIUMA – Program Pascasarjana Universitas Medan Area mengadakan kuliah umum yang bertajuk “Pemimpin Daerah Inovatif dalam Rangka Mewujudkan Peningkatan Perekonomian Daerah untuk Menunjang Perekonomian Nasional” dengan narasumber Dr. Rizal Ramli. Kuliah umum tersebut dihadiri oleh mahasiswa serta dosen Program Pascasarjana serta pihak rektorat dan fungsionaris PPS UMA.

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Dr. Rizal Ramli mengatakan, pengembangan Danau Toba harus diikuti dengan perubahan kultur masyarakat setempat. Pertama, kultur jorok harus diubah menjadi bersih. Kedua, kultur pasang wajah kencang, harus diubah menjadi senyum. Dan ketiga, kalau jual barang jangan menipu.

“Pariwisata itu juga alat untuk mengubah kultur. Dalam hal ini, wajah orang Batak yang kencang meski hatinya baik-baik harus membiasakan diri senyum,” ujar Rizal Ramli kepada wartawan sesaat sebelum menyampaikan kuliah umum di kampus Program Pascasarjana Universitas Medan Area (PPS UMA), Jalan Setiabudi No 79B Medan, Sabtu (4/11).

Didampingi Wakil Rektor (WR) IV UMA Bidang Kejasama Prof. Ir. Zulkarnain Lubis, MS, Ph.D, Direktur PPS UMA Prof. Dr. Ir. Retna Astuti Kuswardhani, MS, para Wakil Direktur, Ketua Program Studi dan Kabag Humas UMA Ir. Asmah Indrawati, MP, Rizal Ramli mengungkapkan salah satu masalah Danau Toba adalah jorok karena terlalu banyak kerambah jaring apung (KJA). Waktu dia menjabat Menko Kemaritiman, telah diputuskan untuk menghapuskan KJA yang dimiliki industri, tapi sampai sekarang masing ada.

Ekonom ini mengatakan, kalau Pemerintah Sumut sungguh-sungguh mengembangkan Danau Toba dengan bantuan pemerintah pusat, kesejahteraan rakyat akan meningkat. Selain perubahan kultur, harus dikembangkan kreativitas dan inovasi. Dia mengambil contoh Kabupaten Banyuwangi, dulunya kabupaten paling miskin, jelek dan jorok di Jawa Timur yang hanya tempat singgah ke toilet sebelum wisatawan ke Bali. Tapi di tangan Bupati Abdullah Azwar Anas yang dinamis, mampu menyulap kabupaten tersebut jadi destinasi wisata di Jatim dan tanah air.

“Bupati Abdullah Azwar Anas membersihkan daerahnya. Lalu dia bikin berbagai event seperti seni dan lomba kuliner hingga 50 kali per tahun. Hasilnya, orang Jatim dan luar jatim ramai-ramai datang ke sana. Pendapatan rakyatnya sekarang lebih tinggi dari Malang,” tutur mantan Menteri Keuangan ini dalam kuliah umum bertajuk “Pemimpin Daerah Inovatif dalam Rangka Mewujudkan Peningkatan Perekonomian Daerah untuk Menunjang Perekonomian Nasional” itu.

Rizal mengungkapkan, sesungguhnya Danau Toba bisa menjadi destinasi wisata terkenal di dunia seperti Bali. Karena Danau Toba punya story yang unik. Pada 70 ribu tahun yang lalu, katanya, Danau Toba pernah mengalami ledakan yang besarnya melebihi Gunung Krakatau dan Pompeii Italia. Dari ledakan itu, terjadi hujan abu besar-besaran yang menutup bumi.

“Lebih dahsyat, lebih besar dari Krakatau jauh lebih besar dari Gunung Vesuvius Pompeii di Italia. Akibatnya bumi berbulan-bulan gelap gulita karena abunya. Peristiwa ekologi tersebut berlanjut pada perubahan iklim di dunia. Bumi dunia disambungkan benua-benua yang tersambung oleh es. Karena perubahan cuaca climate change akhirnya benua tersebut seperti sekarang terjadi tranformasi Darwin. Tadinya banyak binatang besar karena cuaca dingin banyak es. Karena Danau Toba cuaca panas, binatang besar seperti Dinosaurus berubah kecil,” jelas pria kelahiran Padang, 1954 ini.

Hal tersebut, katanya, menjadi alasan pemerintah untuk mengembangkan Danau Toba sebagai tujuan wisata Indonesia. Dengan berkunjung ke Danau Toba, wisatawan bisa mengetahui sejarah serta keindahan danau tersebut.

Sehingga sewaktu jadi Menko Maritim dan Sumber Daya dia bercita-cita membangun Danau Toba supaya menjadi the Monaco of Asia. Untuk itu antara lain dia membentuk Badan Otoritas Danau Toba dan telah mempersiapkan berbagai disain untuk meningkatkan harkat Danau Toba, antara lain mempersiapkan story line dan berencana membangun sarana visual empat dimensi mengenai sejarah terbentuknya Danau Toba. Namun sayang cita-cita itu kini tidak diteruskan.

“Kalau dongeng ini diketahui dunia maka orang-orang akan ke Danau Toba ingin melihat bukti sejarah itu.? Dan menikmati keindahan Danau Toba” katanya.

Sementara itu, WR IV UMA Prof. Ir. Zulkarnain Lubis, MS, Ph.D dalam sambutannya mengatakan, civitas akademikan UMA sudah lama menunggu kehadiran Rizal Ramli untuk mendengarkan berbagai masukan dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

“Alhamdulillah, hari ini kita disuguhi hidangan ide, gagasan dan pemikiran yang sehat, ibarat gizi yang sangat bagus bagi kita semua,” ujar Zulkarnain.

Senada dengan Prof. Zulkarnain, Direktur Program Pascasarjana Prof. Dr. Ir. Retna Astuti K, MS dalam sambutanya megucapkan rasa terima kasih kepada Dr. Rizal Ramli atas kesempatannya berkunjugn serta memberikan kuliah umum di PPS UMA, semoga menjadi bahan dan topik yang menarik untuk diimplemetasikan ke depannya. (/dianfp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *